 |
| Who's Online ? |
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 4
Tidak ada Anggota Online.
Online Hari ini : 83
Online Bulan ini : 2259
Total Hits : 243701 |
| Galeri Foto |
 Bersepeda Rame-rame Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Solichedi bersepeda bersama iLik sAs, salah satu relawan JRU. Ngonthel bareng Semarang Onthel Club (SOC) dlm acara pembukaan Pestipal Kampung Wedangan di BP Dikjur, Jl. Brotojoyo Semarang. |
| Bikin Website ? | Tersedia paket gampang, murah dan cepat! Hubungi :
Arif 024 - 33136913
 |
|
|
 |
 |
|
| Berita /
Kolom Prie GS |
|
| Orang Kalah | | Oleh rumahusaha |
| Sabtu, 31-Oktober-2009, 13:39:11 |
456 klik |
 |
 |
|
|
Saya pernah menjadi orang kalah. Bukan kekalahan besar, tetapi sekadar kekalahan dalam lomba vocal group di sekolah. Tapi karena main gitar masih menjadi sisi penting hidup saya, maka seluruh dunia ini rasanya tak ada yang lebih penting dari gitar. Jadi cukup hanya dengan kalah lomba vocal saya merasa dunia otomatis runtuh. Butuh berhari-hari bagi saya untuk berani keluar kamar kos dengan tenang. Rambut saya cukur pelontos, kuku jari saya potongi dan dua hari saya membolos. Untuk apa semua ini? Untuk marah dan protes pada keadaan.
|
|
|
Sementara keadaan yang saya protes itu ternyata tak menggubris protes saya. Matahari tetap muncul dan tenggelam seperti biasa. Hanya karena saya sedang sedih misalnya, matahari juga tidak otomatis mengucapkan belasungkawa, untuk mau sejenak terbit terbalik muncul dari barat dan tenggelam di timur. Ketika ini benar-benar terjadi tentu saya akan merasa gembira dan ditemani. Saat seluruh penduduk dunia kaget, mereka pasti bertanya-tanya, ada apa ini? "Ooo ini ada orang yang tinggal di sebuah kampung di ujung kota Semarang sana, namanya Prie GS sedang murung karena kalah lomba vocal group!"
Betapa senang kalau hal itu benar-benar terjadi. Tapi nyatanya tidak. Tak peduli apakah saya memangkas rambut atau sekalian memotong kepala karena kekalahan itu bakul-bakul di pasar tetap berjualan seperti biasa. Mereka sama sekali tidak pernah tahu kekalahan saya. Jangankan cuma kalah lomba, sekalipun vocal group itu tidak pernah ada di dunia, apa peduli mereka.
Pendek kata, sebetulnya tidak ada yang peduli dengan urusan kita, termasuk kekalahan, kemarahan, kejengkelan, kedengkian kita, kecuali diri kita sendiri. Kita terlalu serius pada urusan diri sendiri sementara orang lain juga pasti terlalu sibuk dengan urusan mereka. Maka menyangka bahwa mereka sibuk mengurus urusan kita termasuk kekalahan kita adalah sebuah kekeliruan. Tetapi keliru prasangka itulah yang diteruskan hingga hari ini.
Jika sebuah partai kalah, atau seorang caleg gagal misalnya, langit memang terasa runtuh. Tapi langit yang runtuh itu pasti cuma langit mereka. Langit yang asli masih baik-baik saja. Mereka merasa orang di seluruh dunia tengah menyorakinya. Padahal tidak. Jangankan untuk menyoraki, untuk menghafal nama-nama mereka saja warga dunia ini tak punya waktu. Tapi karena mereka menyangka kita semua ini tengah gembira melihat si kalah itu kecewa dan malu, tergeraklah si kekalahan itu untuk menyalahkan daftar pemilih bermasalah, mengobrak-abrik Kantor KPU sampai hendak memboikot hasil pemilu.
Padahal yang menyoraki kekalahan itu tidak ada. Kalau pun ada jumlahnya paling sedikit saja. Penyorak terbesar pasti diri kita sendiri. Untuk itulah kenapa kita butuh menyalahkan dunia seisinya untuk sakit hati atas kekalahan ini.
Ketika saya kalah lomba itu, tak pernah terlintas sekalipun di pikiran saya untuk menyalahkan diri sendiri, untuk mengakui kemenangan lawan dan untuk menghargai keputusan dewan juri. Ketika saya sedang kalah itu yang muncul adalah tudingan yang seluruhnya mengarah ke pihak lain. Itu juri pasti kena suap, itu si pemenang pasti cuma beruntung, atau itu penontonnya pasti goblok semua. Sama sekali tak peanh saya pikir bahwa kekalahan saya itu karena mutu permainan gitar saya yang jelek dan lagu saya yang buruk mutunya.
Jika partai saya kalah dan saya adalah caleg gagal, sulit untuk menghentikan sumber kekalahan itu cukup di satu soal saja: yakni karena saya memang benar-benar tak disukai massa. Menjadi kalah adalah saatnya untuk mengada-ada. Namanya juga mengada-ada, ia pasti mengadakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
- Prie GS, Budayawan, Penulis beberapa Buku Best Seller - |
| |
|
|
|
|
 |
 |
Mengenal Jaringan RumahUSAHA
Wirausaha saat ini adalah sebuah fenomena dahsyat yang tengah dan akan selamanya menjadi perhatian utama masyarakat. Ketahanan sektor wirausaha yang kebanyakan merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah pada situasi ekonomi yang paling sulit sekalipun menjadikan sektor usaha ini sebagai sektor yang tahan uji. Pemerintah, perbankan, hingga berbagai perusahaan besar memberikan perhatian yang seringkali dirupakan dalam bentuk bantuan permodalan lunak, bimbingan manajemen, hingga ke fasilitas akses pasar yang tak jarang menghantarkan UMKM pada ranah yang bukan lagi jago kandang di negeri sendiri.
lanjut »
|
Temu Wiramuda : Momentum Aktual Wiramuda Kita 23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari istimewa bagi teman-teman Wiramuda. Di hari itu, mereka sedari pagi sudah harus bersiap diri, berdandan, dan mengenakan baju lurik untuk tampil sebaik mungkin sebagai Wiramuda yang akan diperkenalkan kepada sekitar 125 tetamu yang hadir di pukul 09.00 nanti. lanjut » | Wiramuda Goes to Bandung Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu adalah pepatah kuno yang mengisyaratkan tak ada batasan geografis jika harus berurusan dnegan mencari ilmu. Inilah yang sekarang coba diterobos oleh tiga orang Wiramuda, Serena Marga, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Ketiganya kini sedang menimba ilmu di bidang industri kreatif, langsung di salah satu magnetnya, Bandung.
lanjut » | JRU-Kenshusei Buka Kesempatan Beasiswa Pendidikan Magang Jepang Kesempatan untuk menjadi salah satu peserta Magang Jepang kini dibuka lagi. Seleksi calon pemagang akan diselenggarakan di Semarang pada bulan November mendatang. JRU-Kenshusei yang bekerjasama dengan Program CC Magang Jepang kembali membuka kesempatan untuk menjadi bagian yang dididik menjadi pemagang Jepang sekaligus kesempatan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan untuk pemberangkatan magang ke Jepang.
lanjut » | Bisnis Yang Berawal Dari Hobi Jangan sekalipun remehkan hobi. Terbukti banyak para entrepereneur sukses berawal dari hobi, dari hobi memasak, membuat kerajinan, menulis, hingga memelihara binatang. Kenapa tidak mengembangkannya menjadi bisnis yang menguntungkan? lanjut » | Komunikasikan Bisnis Anda Di era kompetisi yang begini hebat ini seorang entrepreneur dituntut untuk terus mau bergerak dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Begitu pun ketika kita bertekad menjadi wirausahawan/wati dengan spesifikasi barang atau jasa tertentu, sudah pasti kita bertekad untuk menempatkan diri kita, dengan totalitasnya, termasuk kelebihan dan kekurangan kita, sebagai sebuah produk yang harus bisa dijual. lanjut » | JRU Rintis Kelompok Berkarya Seni Visual 12 tahun menggeluti dunia desain komunikasi visual menjadikan JRU tumbuh dewasa memahami bagaimana bermain di dunia yang penuh kreativitas tersebut. Inilah yang akhirnya menempatkan JRU pada impian untuk menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif ke depan. Hari-hari belakangan, JRU mulai menapakkan langkah menjadi pemain industri kreatif dengan memasuki ranah seni visual. Inilah langkah-langkah kecil untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif. lanjut » | BUKA BERSAMA & DISKUSI JRU-WIRAMUDA Fokus pada Ketuntasan Belajar melalui Kreativitas dan Kepercayaan Diri Tahun ini merupakan Ramadhan kedua bagi Wiramuda. Pada tahun kedua ini, fase memasuki tahap tinggal landas berwirausaha sudah harus menjadi pemikiran mereka. Proses pembelajaran mentalitas dan kompetensi di dunia kreatif bagi mereka sudah selayaknya diimplementasikan ke dalam skema bisnis riil yang menjadi ladang pembuktian proses pembelajaran mereka.
lanjut » |
|
|
 |
|
 |