Agenda
   Gapura
   Jejaring
   Perspektif
   Kolom :
   Interaktif :
  Who's Online ?
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 1

Tidak ada Anggota Online.


Online Hari ini : 83
Online Bulan ini : 2259
Total Hits : 243706
  Galeri Foto


Andrie Wongso
Andrie Wongso bersama Heruningsih, salah satu relawan Jaringan RumahUSAHA. Ruar biasa.. to Mbak Ning
  Bikin Website ?
Tersedia paket gampang, murah dan cepat! Hubungi :
Arif 024 - 33136913


  RSS Feed
RSS Feed - http://feedity.com/rss.aspx/rumahusaha-com/UldXW1NW
  Links

Prie GS, Sang Penggoda Indonesia

Auly Kastari - Sang Perupa

WiraMuda 

qrcode

  Live Traffic
Berita / Gapura
Wiramuda Goes to Bandung
Oleh rumahusaha
Rabu, 20-Januari-2010, 07:09:51 769 klik Send this story to a friend Printable Version
Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu adalah pepatah kuno yang mengisyaratkan tak ada batasan geografis jika harus berurusan dnegan mencari ilmu. Inilah yang sekarang coba diterobos oleh tiga orang Wiramuda, Serena Marga, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Ketiganya kini sedang menimba ilmu di bidang industri kreatif, langsung di salah satu magnetnya, Bandung.

Menjadi seorang wirausaha tentu saja harus memiliki sebuah keyakinan jika tak ada batasan geografis yang menjadi tantangan. Produk yang dihasilkan di kota sekelas Kudus, hari ini bisa menjelajah benua Eropa dan menjadi salah satu varian rokok yang diyakini paling sedap di dunia rasanya. Mungkin juga produk buatan China yang perlahan tapi pasti membanjiri Indonesia, bukan tidak mungkin dihasilkan dari sebuah kota dengan luasan yang tidak lebih luas ketimbang Wonogiri atau Kroya. Ya, sepanjang semuanya memiliki sebuah nilai jual yang bisa dipertukarkan dengan luas, bukan tidak mungkin implikasi sebuah proses kewirausahaan tersebut bisa melampaui batasan geografis.

Proses inilah yang tengah dihayati oleh ketiga Wiramuda kita yang memiliki kesempatan untuk belajar langsung di salah satu magnet industri kreatif Indonesia, Bandung. Di kota kreatif tersebut, ketiganya kini sedang melakukan proses pemagangan pada sentra industri garmen berskala mikro yang dikelola oleh salah seorang kerabat  JRU, Noverita dan Budddy Gouthama yang berkenan berbagi ilmu bersama para Wiramuda. Selain itu, mereka juga memiliki kesempatan emas untuk melihat berbagai derivasi produk kreatif yang bisa saja belum ditemukan di Jawa Tengah tetapi sangat mungkin untuk diberdayakan sebagai sebuah komoditas.

Keberangkatan mereka diantar langsung oleh Koordinator Relawan JRU, iLik sAs bersama dengan beberapa relawan yang menyertainya yaitu Ririn Narulita, Ari Rachmawati, dan Sutar Adijoyo beberapa waktu lalu. Magma kreatif Bandung yang sudah dikenal sebagai Bandungnomics tersebut diharapkan bisa memberikan sebuah pengajaran hidup bagi ketiganya. Hampir seluruh industri kreatif bergerak di kota sejuk ini, dan Wiramuda diharapkan mampu memberi warna baru bagi kewirausahaan di kota ini melalui sentuhan kreativitas. “Tentu saja langkah ini ditempuh karena kami sudah memastikan infrastruktur di sana mampu dan mendukung mereka untuk tertantang lebih kreatif,” tutur iLik sAs dalam keterangan kepada sidang relawan ketika akan melepas kepergian mereka bersama.

Industri garmen yang harus bersaing dengan gempuran produk China tentu saja adalah sebuah pelajaran bagus bagi mereka. Ini penting sebab selama ini Wiramuda bersentuhan dengan sebuah kompleks industri mikro di bidang grafika yang relatif memiliki nilai kompetisi tinggi tetapi ditunjang dengan infrastruktur mandiri yang amat memadai. Selain itu, produk grafika kreatif dari China relatif belum menjadi ancaman dalam waktu dekat. Sedangkan, produk garmen adalah salah satu industri yang paling terpukul dengan keberadaan produk China. Hampir seluruh infrastruktur industri tersebut lumpuh dan menjadikan pasar tersubordinasi ke dalam ketergantungan impor sistemik dari negeri Tirai Bambu tersebut, dari hulu hingga hilir. “Inilah tantangan unik yang diharapkan bisa menjadi pelajaran untuk mereka,” tambah iLik.

Tantangan faktual seperti itu tentu saja bukan tidak mungkin akan merembet ke sisi industri mikro lainnya, termasuk di dalamnya industri grafika kreatif. Menurut Lina Luthfiana, Wiramuda yang kebagian berangkat ini, industri kreatif adalah salah satu solusinya. “Saya melihat hanya kreativitas yang bisa membuat semua lini industri mampu menghadapi gempuran produk murah,” tuturnya. Produk berskala massal yang selama ini menjadi “lagu wajib” harus diubah menjadi produk fokus yang tidak hanya mampu memenuhi “need” ceruk pasar tetapi juga menyentuh “want” pasar. “Nah inilah yang mungkin bisa dijawab lewat keterlibatan intensif kami di Bandung. Semoga,” sambung Lina.

Apapun manfaatnya, yang terpenting, muhibah ke Bandung selama beberapa bulan ini haruslah menjadi “milestone” bagi mereka bertiga yang nantinya juga akan menjadi virus positif bagi teman yang lain. Pamong Pratama Pendidikan Wiramuda, Adhimmas Nugroho menerangkan jika program magang muhibah ini akan dirintis oleh JRU ke kota-kota lainnya yang memiliki potensi pengembangan industri kreatif bagi sebuah medium pembelajaran bagi Wiramuda. “Program muhibah ini semoga bisa menjadi sebuah medium “contextual learning” di mana hanya langit dan bumi yang menjadi batas kelas mereka,” ujarnya.

Selamat belajar, semoga inspirasi kreatif Bandung menjadi sebuah enigma berkepanjangan yang membuat mereka terus hidup dan menghidupinya!

 
 
  Berita Gapura Lainnya
.JRU Terima Magang Alumnus Program Kenshusei
.MENYAMBUT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Visual College Gelar Program Untukmu Guru
.
Jodhi Yudono, Cinta Kasih, dan Workshop Kilat
.Bob Sadino : Kalau Mau Bisnis Hantam Saja!
.Pementasan Wayang Suket Ki Slamet Gundono
20 Desember 2007, BLPT Jl Brotojoyo, Smg
.Pementasan Wayang Dongeng Ki Trontong Sadewa
18 Desember 2007, BLPT Techno Center Jl Broto
.”Sukses adalah Hak Anda”
Ekspo Wirausaha UMKM 2007 – 4 Mei 2007
.Attention : Modus Baru Penipuan di ATM
Mengenal Jaringan RumahUSAHA

Wirausaha saat ini adalah sebuah fenomena dahsyat yang tengah dan akan selamanya menjadi perhatian utama masyarakat. Ketahanan sektor wirausaha yang kebanyakan merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah pada situasi ekonomi yang paling sulit sekalipun menjadikan sektor usaha ini sebagai sektor yang tahan uji. Pemerintah, perbankan, hingga berbagai perusahaan besar memberikan perhatian yang seringkali dirupakan dalam bentuk bantuan permodalan lunak, bimbingan manajemen, hingga ke fasilitas akses pasar yang tak jarang menghantarkan UMKM pada ranah yang bukan lagi jago kandang di negeri sendiri.
lanjut »
Temu Wiramuda : Momentum Aktual Wiramuda Kita
23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari istimewa bagi teman-teman Wiramuda. Di hari itu, mereka sedari pagi sudah harus bersiap diri, berdandan, dan mengenakan baju lurik untuk tampil sebaik mungkin sebagai Wiramuda yang akan diperkenalkan kepada sekitar 125 tetamu yang hadir di pukul 09.00 nanti. lanjut »
Wiramuda Goes to Bandung
Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu adalah pepatah kuno yang mengisyaratkan tak ada batasan geografis jika harus berurusan dnegan mencari ilmu. Inilah yang sekarang coba diterobos oleh tiga orang Wiramuda, Serena Marga, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Ketiganya kini sedang menimba ilmu di bidang industri kreatif, langsung di salah satu magnetnya, Bandung.

lanjut »
JRU-Kenshusei Buka Kesempatan Beasiswa Pendidikan Magang Jepang
Kesempatan untuk menjadi salah satu peserta Magang Jepang kini dibuka lagi. Seleksi calon pemagang akan diselenggarakan di Semarang pada bulan November mendatang. JRU-Kenshusei yang bekerjasama dengan Program CC Magang Jepang kembali membuka kesempatan untuk menjadi bagian yang dididik menjadi pemagang Jepang sekaligus kesempatan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan untuk pemberangkatan magang ke Jepang.

lanjut »
Bisnis Yang Berawal Dari Hobi
Jangan sekalipun remehkan hobi. Terbukti banyak para entrepereneur sukses berawal dari hobi, dari hobi memasak, membuat kerajinan, menulis, hingga memelihara binatang. Kenapa tidak mengembangkannya menjadi bisnis yang menguntungkan? lanjut »
Komunikasikan Bisnis Anda
Di era kompetisi yang begini hebat ini seorang entrepreneur dituntut untuk terus mau bergerak dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Begitu pun ketika kita bertekad menjadi wirausahawan/wati dengan spesifikasi barang atau jasa tertentu, sudah pasti kita bertekad untuk menempatkan diri kita, dengan totalitasnya, termasuk kelebihan dan kekurangan kita, sebagai sebuah produk yang harus bisa dijual. lanjut »
JRU Rintis Kelompok Berkarya Seni Visual
12 tahun menggeluti dunia desain komunikasi visual menjadikan JRU tumbuh dewasa memahami bagaimana bermain di dunia yang penuh kreativitas tersebut. Inilah yang akhirnya menempatkan JRU pada impian untuk menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif ke depan. Hari-hari belakangan, JRU mulai menapakkan langkah menjadi pemain industri kreatif dengan memasuki ranah seni visual. Inilah langkah-langkah kecil untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif. lanjut »
BUKA BERSAMA & DISKUSI JRU-WIRAMUDA
Fokus pada Ketuntasan Belajar melalui Kreativitas dan Kepercayaan Diri

Tahun ini merupakan Ramadhan kedua bagi Wiramuda. Pada tahun kedua ini, fase memasuki tahap tinggal landas berwirausaha sudah harus menjadi pemikiran mereka. Proses pembelajaran mentalitas dan kompetensi di dunia kreatif bagi mereka sudah selayaknya diimplementasikan ke dalam skema bisnis riil yang menjadi ladang pembuktian proses pembelajaran mereka.

lanjut »