 |
| Who's Online ? |
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 3
Tidak ada Anggota Online.
Online Hari ini : 84
Online Bulan ini : 2259
Total Hits : 243700 |
| Galeri Foto |
 Relawan Jaringan RumahUSAHA Relawan Jaringan RumahUSAHA sedang berpose bersama Andrie Wongso, motivator no 1 Indonesia pada acara yang digelar JRU di BP Dikjur, Diknas Jateng |
| Bikin Website ? | Tersedia paket gampang, murah dan cepat! Hubungi :
Arif 024 - 33136913
 |
|
|
 |
 |
|
| Berita /
Kolom Prie GS |
|
| Anak-anak dan Idolanya | | Oleh rumahusaha |
| Rabu, 20-Januari-2010, 07:11:40 |
354 klik |
 |
 |
|
|
Anak-anak harus terpengaruh, harus punya idola. Kata ''harus'' itu bukan anjuran, tapi keniscayaan. Tanpa dilarang dan dianjurkan pun, pengidolaan adalah sebuah takdir. Tapi mati berdesakan cuma untuk menonoton idola adalah takdir yang pahit.
|
|
|
Anak-anak harus terpengaruh, harus punya idola. Kata ''harus'' itu bukan anjuran, tapi keniscayaan. Tanpa dilarang dan dianjurkan pun, pengidolaan adalah sebuah takdir. Tapi mati berdesakan cuma untuk menonoton idola adalah takdir yang pahit.
Walau kata ''cuma'' di atas mestinya memang hanya cocok untuk orang tua. Untuk orang yang telah kebal pengaruh. Orang yang -- dalam bahasa penyair Sutardi Coulzum Bachri-- makan bayam bukan untuk menjadi Popeye, minum susu sapi bukan untuk menjadi sapi. Tapi bagi sebagian anak-anak, bahkan sebagian manusia, kata ''cuma'' itu sungguh tidak berlaku. Menonton idola adalah sebuah kedahsyatan. Sebuah mimpi (kali ye) seperti di SCTV, sebuah fanatisme (Fanatic) seperti di MTV, tempat para fans dipertemukan dengan para idol.
Pengidolaan adalah masa-masa yang berat, gelap dan melelahkan. Ia adalah lubang yang menelan kita semua. Sebagian dari kita berhasil bangkit, lolos dan kabur. Sebagian kita yang lain harus lenyap terkubur. Pengidolaan terjadi karena ada jenis kepribadian yang kuat, menakjubkan, mencengangkan di pihak idola. Ia makin menajam ketika ada kerapuhan di pihak pemuja. Akan lebih fantastis ketika telah mengalami pembesaran media. Tiga hal itu jika bergabung, wajar, jika menghasilkan akibat yang dramatis.
Sesuatu yang biasa bisa menjadi luar biasa di tangan media media. Apalagi jika sesuatu itu memang luar biasa. Ia akan segera menjadi mega-luar biasa, menjadi hiper-realita. Dalam suasana surealistik itulah pengidolaan hidup subur. Suasana tempat manusia diangkat derajatnya menyerupai derajat dewa-dewa. Kamera dari delapan penjuru angin cuma membidik satu sudut saja: tentang manusia yang tampak begitu sempurna. Manusia tempat Tuhan seperti tengah mengumpulkan hampir semua nasib baik cuma pada satu orang saja.
Jangan Anda bayangkan bahwa media itu cuma bernama koran dan televisi. Di zaman lampau media itu bisa bernama dongeng, mitos dan legenda. Televisi boleh belum ditemukan tapi pemujaaan harus tetap dihidupkan. Bahwa kecantikan Cleopatra lebih sempurna dari peri, bahwa betis Ken Dedes menyemburkan cahaya, Jaka Tingkir sanggup memukul kepala kerbau hingga remuk, bahwa ada jenis perampok seperti Robin Hood yang kejahatannya bahkan terlihat indah.
Kita tak peduli apakah cerita itu nyata atau apakah tokoh-tokoh itu benar-benar ada. Yang kita butuhkan adalah bahwa betapa kita butuh keluar dari kenyataan dan hidup di luar kenyataan yang sering tampak indah, gemerlap dan serba sempurna itu. Kecenderungan yang sungguh bisa dimengerti karena di dalam kenyataan, sedikit saja orang yang merasa beruntung dan bernasib baik. Selebihnya, kenyataan dipenuhi oleh orang-orang yang merasa gagal dan putus asa.
Prie GS Budayawan, tinggal di Semarang.
|
| |
|
|
|
|
 |
 |
Mengenal Jaringan RumahUSAHA
Wirausaha saat ini adalah sebuah fenomena dahsyat yang tengah dan akan selamanya menjadi perhatian utama masyarakat. Ketahanan sektor wirausaha yang kebanyakan merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah pada situasi ekonomi yang paling sulit sekalipun menjadikan sektor usaha ini sebagai sektor yang tahan uji. Pemerintah, perbankan, hingga berbagai perusahaan besar memberikan perhatian yang seringkali dirupakan dalam bentuk bantuan permodalan lunak, bimbingan manajemen, hingga ke fasilitas akses pasar yang tak jarang menghantarkan UMKM pada ranah yang bukan lagi jago kandang di negeri sendiri.
lanjut »
|
Temu Wiramuda : Momentum Aktual Wiramuda Kita 23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari istimewa bagi teman-teman Wiramuda. Di hari itu, mereka sedari pagi sudah harus bersiap diri, berdandan, dan mengenakan baju lurik untuk tampil sebaik mungkin sebagai Wiramuda yang akan diperkenalkan kepada sekitar 125 tetamu yang hadir di pukul 09.00 nanti. lanjut » | Wiramuda Goes to Bandung Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu adalah pepatah kuno yang mengisyaratkan tak ada batasan geografis jika harus berurusan dnegan mencari ilmu. Inilah yang sekarang coba diterobos oleh tiga orang Wiramuda, Serena Marga, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Ketiganya kini sedang menimba ilmu di bidang industri kreatif, langsung di salah satu magnetnya, Bandung.
lanjut » | JRU-Kenshusei Buka Kesempatan Beasiswa Pendidikan Magang Jepang Kesempatan untuk menjadi salah satu peserta Magang Jepang kini dibuka lagi. Seleksi calon pemagang akan diselenggarakan di Semarang pada bulan November mendatang. JRU-Kenshusei yang bekerjasama dengan Program CC Magang Jepang kembali membuka kesempatan untuk menjadi bagian yang dididik menjadi pemagang Jepang sekaligus kesempatan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan untuk pemberangkatan magang ke Jepang.
lanjut » | Bisnis Yang Berawal Dari Hobi Jangan sekalipun remehkan hobi. Terbukti banyak para entrepereneur sukses berawal dari hobi, dari hobi memasak, membuat kerajinan, menulis, hingga memelihara binatang. Kenapa tidak mengembangkannya menjadi bisnis yang menguntungkan? lanjut » | Komunikasikan Bisnis Anda Di era kompetisi yang begini hebat ini seorang entrepreneur dituntut untuk terus mau bergerak dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Begitu pun ketika kita bertekad menjadi wirausahawan/wati dengan spesifikasi barang atau jasa tertentu, sudah pasti kita bertekad untuk menempatkan diri kita, dengan totalitasnya, termasuk kelebihan dan kekurangan kita, sebagai sebuah produk yang harus bisa dijual. lanjut » | JRU Rintis Kelompok Berkarya Seni Visual 12 tahun menggeluti dunia desain komunikasi visual menjadikan JRU tumbuh dewasa memahami bagaimana bermain di dunia yang penuh kreativitas tersebut. Inilah yang akhirnya menempatkan JRU pada impian untuk menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif ke depan. Hari-hari belakangan, JRU mulai menapakkan langkah menjadi pemain industri kreatif dengan memasuki ranah seni visual. Inilah langkah-langkah kecil untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif. lanjut » | BUKA BERSAMA & DISKUSI JRU-WIRAMUDA Fokus pada Ketuntasan Belajar melalui Kreativitas dan Kepercayaan Diri Tahun ini merupakan Ramadhan kedua bagi Wiramuda. Pada tahun kedua ini, fase memasuki tahap tinggal landas berwirausaha sudah harus menjadi pemikiran mereka. Proses pembelajaran mentalitas dan kompetensi di dunia kreatif bagi mereka sudah selayaknya diimplementasikan ke dalam skema bisnis riil yang menjadi ladang pembuktian proses pembelajaran mereka.
lanjut » |
|
|
 |
|
 |