 |
| Who's Online ? |
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 1
Tidak ada Anggota Online.
Online Hari ini : 84
Online Bulan ini : 2259
Total Hits : 243698 |
| Galeri Foto |
 Andrie Wongso Andrie Wongso bersama Heruningsih, salah satu relawan Jaringan RumahUSAHA. Ruar biasa.. to Mbak Ning |
| Bikin Website ? | Tersedia paket gampang, murah dan cepat! Hubungi :
Arif 024 - 33136913
 |
|
|
 |
 |
|
| Berita /
Kolom iLik sAs |
|
| Komunikasikan Bisnis Anda | | Oleh rumahusaha |
| Rabu, 09-Juli-2008, 15:14:56 |
1754 klik |
 |
 |
|
|
| Di era kompetisi yang begini hebat ini seorang entrepreneur dituntut untuk terus mau bergerak dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Begitu pun ketika kita bertekad menjadi wirausahawan/wati dengan spesifikasi barang atau jasa tertentu, sudah pasti kita bertekad untuk menempatkan diri kita, dengan totalitasnya, termasuk kelebihan dan kekurangan kita, sebagai sebuah produk yang harus bisa dijual. |
|
|
Siapapun kita, dengan produk barang atau jasa tertentu. Misal sebagai seorang pedagang busana, konsultan keuangan, penerbit, importir mainan anak-anak dan penyedia produk lainnya.
Pertanyaannya; mengapa orang musti memilih kita dan tidak yang lain? Atau sebelum itu, bagaimana konsumen bisa menemukan kita di tengah puluhan bahkan ratusan orang yang menyediakan jasa yang sama?
Beruntung dan bersyukur sekali kalau jawabannya adalah: Karena kita adalah yang terbaik di bidang tertentu, dan semua orang tahu itu. Tetapi satu lagi pertanyaan besarnya: Berapa dari antara kita para entrepreneur yang berani memberi jawaban seperti itu?
Anggaplah kita yang terbaik. Namun benarkah semua orang mengeta-huinya? Atau sebaliknya, katakanlah semua orang tahu bahwa kita adalah seorang entrepreneur handal dengan spesifikasi bidang tertentu. Tapi apakah mereka yakin bahwa kita yang terbaik?
Dengan kesadaran kompetisi itulah kita sadar bahwa kita bukan satu-satunya profesional di bidang tertentu. Sebutlah kita merasa menjadi jawara dalam bidang tertentu, bukan berarti bahwa kita adalah satu-satunya penyedia layanan produk tertentu tersebut.
Sebab entry barrier untuk memasuki sektor bisnis independen tersebut tentulah sangat kompleks jika ingin menjadi yang terbaik dan dikenal. Untuk itulah maka apa pun bisnis yang kita geluti, salah satu hal yang amat penting adalah senantiasa mengkomunikasikan bisnis kita.
Kita sebagai salah satu produsen sebuah produk barang atau layanan jasa musti mampu membangun alasan yang sedemikian kuat sehingga konsumen akan memilih produk kita. Kita harus bisa membangun persepsi pasar bahwa kita adalah profesional terbaik yang bisa diperoleh oleh calon pelanggan.
Lantas bagaimanakah cara membangun persepsi pasar itu? Tentu saja dengan terus mengkomunikasikan posisi kelebihan dan kekuatan diri kita dengan baik. Prinsip utamanya yang perlu selalu diingat adalah bahwa isi komunikasi kita kepada (calon) konsumen itu berarti janji kita kepada mereka. Sementara persepsi yang kita bangun itu adalah harapan para (calon) konsumen. Kalau di benak klien sudah muncul harapan berarti komunikasi yang kita utarakan sampai.
Yang terpenting disini adalah isi dari komunikasi yang diutarakan itu haruslah sisi positif dan ideal yang pasti bisa kita penuhi. Tentu saja, ini adalah bagian profesionalisme dari sistem kerja kita.
Hal lain yang barangkali perlu diketahui adalah bahwa persepsi (branding) yang kita bangun itu tidaklah bersifat statis, namun sesuatu yang dinamis. Ia musti disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang menggejala pada saat kekuatan kita itu dikomunikasikan.
Lebih dari itu, yang terpenting dari komunikasi ini, setelah keberhasilan membangun persepsi itu kemampuan kita men-deliver janji dan harapan tersebut harus diwujudkan dalam bahasa yang operasional, bahasa yang nyata.
- iLik sAs, Pegiat Komunitas Usaha Mikro-Kecil Jaringan RumahUSAHA - |
| |
|
|
|
|
 |
 |
Mengenal Jaringan RumahUSAHA
Wirausaha saat ini adalah sebuah fenomena dahsyat yang tengah dan akan selamanya menjadi perhatian utama masyarakat. Ketahanan sektor wirausaha yang kebanyakan merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah pada situasi ekonomi yang paling sulit sekalipun menjadikan sektor usaha ini sebagai sektor yang tahan uji. Pemerintah, perbankan, hingga berbagai perusahaan besar memberikan perhatian yang seringkali dirupakan dalam bentuk bantuan permodalan lunak, bimbingan manajemen, hingga ke fasilitas akses pasar yang tak jarang menghantarkan UMKM pada ranah yang bukan lagi jago kandang di negeri sendiri.
lanjut »
|
Temu Wiramuda : Momentum Aktual Wiramuda Kita 23 Desember 2008 bisa jadi merupakan hari istimewa bagi teman-teman Wiramuda. Di hari itu, mereka sedari pagi sudah harus bersiap diri, berdandan, dan mengenakan baju lurik untuk tampil sebaik mungkin sebagai Wiramuda yang akan diperkenalkan kepada sekitar 125 tetamu yang hadir di pukul 09.00 nanti. lanjut » | Wiramuda Goes to Bandung Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu adalah pepatah kuno yang mengisyaratkan tak ada batasan geografis jika harus berurusan dnegan mencari ilmu. Inilah yang sekarang coba diterobos oleh tiga orang Wiramuda, Serena Marga, Lina Luthfiana, dan Reza Dwi Purwanto. Ketiganya kini sedang menimba ilmu di bidang industri kreatif, langsung di salah satu magnetnya, Bandung.
lanjut » | JRU-Kenshusei Buka Kesempatan Beasiswa Pendidikan Magang Jepang Kesempatan untuk menjadi salah satu peserta Magang Jepang kini dibuka lagi. Seleksi calon pemagang akan diselenggarakan di Semarang pada bulan November mendatang. JRU-Kenshusei yang bekerjasama dengan Program CC Magang Jepang kembali membuka kesempatan untuk menjadi bagian yang dididik menjadi pemagang Jepang sekaligus kesempatan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan untuk pemberangkatan magang ke Jepang.
lanjut » | Bisnis Yang Berawal Dari Hobi Jangan sekalipun remehkan hobi. Terbukti banyak para entrepereneur sukses berawal dari hobi, dari hobi memasak, membuat kerajinan, menulis, hingga memelihara binatang. Kenapa tidak mengembangkannya menjadi bisnis yang menguntungkan? lanjut » | Komunikasikan Bisnis Anda Di era kompetisi yang begini hebat ini seorang entrepreneur dituntut untuk terus mau bergerak dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Begitu pun ketika kita bertekad menjadi wirausahawan/wati dengan spesifikasi barang atau jasa tertentu, sudah pasti kita bertekad untuk menempatkan diri kita, dengan totalitasnya, termasuk kelebihan dan kekurangan kita, sebagai sebuah produk yang harus bisa dijual. lanjut » | JRU Rintis Kelompok Berkarya Seni Visual 12 tahun menggeluti dunia desain komunikasi visual menjadikan JRU tumbuh dewasa memahami bagaimana bermain di dunia yang penuh kreativitas tersebut. Inilah yang akhirnya menempatkan JRU pada impian untuk menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif ke depan. Hari-hari belakangan, JRU mulai menapakkan langkah menjadi pemain industri kreatif dengan memasuki ranah seni visual. Inilah langkah-langkah kecil untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain terkemuka dalam industri kreatif. lanjut » | BUKA BERSAMA & DISKUSI JRU-WIRAMUDA Fokus pada Ketuntasan Belajar melalui Kreativitas dan Kepercayaan Diri Tahun ini merupakan Ramadhan kedua bagi Wiramuda. Pada tahun kedua ini, fase memasuki tahap tinggal landas berwirausaha sudah harus menjadi pemikiran mereka. Proses pembelajaran mentalitas dan kompetensi di dunia kreatif bagi mereka sudah selayaknya diimplementasikan ke dalam skema bisnis riil yang menjadi ladang pembuktian proses pembelajaran mereka.
lanjut » |
|
|
 |
|
 |